Oleh: Shandy Dwi Fernandi | 22 September 2011

Teori Kekacauan (Chaos Theory) dan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012

Akhir-akhir ini, banyak berita tentang tindak kriminal yang meresahkan warga Ibukota. Mulai dari tawuran pelajar, kerusuhan antar kampung, pemerkosaan di angkutan umum, penculikan, hingga keributan antar pelajar dan wartawan, dan berbagai macam kasus sejenis lainnya. bahkan, diantara kasus tersebut ada yang ‘mampu’ menjadi pesaing kasus besar seperti nazarudin, kemenakertrans, hingga krisis ekonomi global, untuk selalu menjadi headline di berbagai media cetak ataupun eleoktronik.

Kondisi ini membuat keamanan dan kenyamanan bagi warga Ibukota seperti terganggu oleh para pelaku tindak kejahatan, termasuk media yang seolah-olah membuat paradigma masyarakat Ibukota bahwa Ibukota Jakarta saat ini sudah tidak nyaman kembali. Mengapa demikian?  Karena dalam pernyataan resminya, Polda Metro Jaya mengatakan bahwa sejak tahun 2008 hingga 2011 tingkat kriminalitas di Ibukota memiliki tren yang menurun. Tahun 2008 tercatat ada sekitar 30.000 kasus, tahun 2009 27.000 kasus, tahun 2009 25.000 kasus, dan tahun 2011 diprediksi hanya sekitar 21.000 kasus (7.000 kasus pada caturwulan pertama dikali 3).

Melihat fenomena berita kriminalitas yang ‘wah’ di Ibukota sedikit demi sedikit namun berkelanjutan itu, saya jadi teringat akan Teori Kekacauan (Chaos Theory) yang pertama kali saya ketahui melalui Film “Chaos” (2004) dengan Jason Statham sebagai pemain utamanya. Secara singkat, dalam film tersebut menggambarkan bahwa suatu tindakan (kekacauan) yang terjadi secara bertahap akan memiliki pola tersendiri yang pada akhirnya akan memberikan hasil yang memang sudah disetting oleh suatu pihak sejak awal.

Teori ini ditemukan oleh matematikawan dan meteorologis Amerika, Edward Norton Lorenz (1917-2008). Dalam matematika, teori kekacauan (chaos theory) dijelaskan sebagai tingkah-laku sebuah sistem dinamik tertentu – yakni sistem dimana keadaannya selalu berkembang seiring waktu – yg mungkin memperlihatkan dinamika yang sangat peka terhadap kondisi awalnya (atau sering disebut dengan butterfly effect). Sebagai hasil dari kepekaan ini, yang memanifestasikan dirinya sendiri sebagai sebuah perkembangan eksponensial dari kekacauan dalam kondisi awalnya (initial conditions), akan menyebabkan tingkah laku sistem tersebut terlihat acak (random). Hal ini terjadi pula meskipun sistem tersebut bersifat deterministik, yg berarti dinamika masa depan sistem sepenuhnya ditentukan oleh kondisi awal, tanpa menyertakan elemen yang bersifat acak. Tingkah laku ini dikenal sebagai kekacauan deterministik, atau cukup disingkat kekacauan.

Contoh nyata dari teori ini terdapat dalam kasus badai tornado di AS dimana terdapat kepak sayap burung (atau kupu – kupu) yang menimbulkan pengaruh kecil di atmosfir, meskipun pengaruhnya kecil, tapi pengaruh tersebut terakumulasi di atmosfir, menyebabkan perubahan besar pada cuaca. Sebagai contoh, kepak sayap kupu – kupu di Brazil pada 40 tahun lalu merupakan salah satu pemicu terjadinya badai tornado di AS, inilah salah satu implikasi ilmiah dari butterfly effect.

Dari permasalahan yang ada, serta teori kekacauan yang dikemukakan oleh Lorenz, maka saya memiliki sebuah hipotesis bahwa ada pihak tertentu yang memainkan isu (kriminalitas) di Jakarta tersebut untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok. Mengingat pada tahun 2012 akan ada pemilihan gubernur DKI Jakarta, maka sangat wajar jika isu yang diangkat adalah kemampuan dalam menciptakan suasana yang kondusif di Ibukota (padahal bertolak belakang dengan data dari Polda Metro Jaya). Isu ini mungkin akan mengarah kepada ketidakpuasan masyarakat Jakarta dalam bidang keamanan saat dipimpin oleh seorang Sipil. Terlebih jika dibandingkan dengan periode sebelumnya dimana kepemimpinan Ibukota didominasi oleh kalangan militer. Namun, terlepas dari berita ataupun wacana yang berkembang, masyarakat Ibukota pun sudah memahami bahwa ‘permainan’ media telah menjadi salah satu variabel kesuksesan perpolitikan di Indonesia. Jadi, bukan tidak mungkin jika pemberitaan negatif tersebut hanyalah permainan isu politik menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun depan.

Wallahu’alam Bishawab.

.shandy.

 

Gubernur Jakarta:

No Nama Periode Keterangan
1 Suwiryo 1945 – 1947 Aktifis, Pengusaha
2 Daan Jahja 1948 – 1950 Letnan Kolonel
3 Suwiryo 1945 – 1947 Aktifis, Pengusaha
4 Syamsurijal 1951 – 1953
5 Sudiro 1953 – 1960
6 Soemarno Sosroatmodjo 1960 – 1964 Dokter, Militer
7 Henk Ngantung 1964 – 1965 Budayawan
8 Soemarno Sosroatmodjo 1965 – 1966 Dokter, Militer
9 Ali Sadikin 1966 – 1977 Letnan Jendral
10 Tjokropranolo 1977 – 1982 Letnan Jendral
11 Soeprapto 1982 – 1987 Letnan Jendral
12 Wiyogo Atmodarminto 1987 – 1992 Letnan Jendral
13 Soerjadi Soedirdja 1992 – 1997 Letnan Jendral
14 Sutiyoso 1997 – 2002 Letnan Jendral
15 Sutiyoso 2002 – 2007 Letnan Jendral
16 Fauzi Bowo 2007 – 2012 Pegawai Negeri Sipil

 

Calon Gubernur Jakarta 2012:

1)      Triwisaksana (Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta)

http://triwisaksana.com/profil/item/7-biodata

http://triwisaksana.blogspot.com/2008/11/profil-ir-triwisaksana-msc.html

2)      Tantowi Yahya (Anggota DPR-RI)

http://id.wikipedia.org/wiki/Tantowi_Yahya

3)      Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta)

http://www.beritajakarta.com/v_ind/profil/fauzi.html

4)      Prijanto (Wakil Gubernur DKI Jakarta)

http://www.beritajakarta.com/v_ind/profil/prijanto.html

5)      Nachrowi Ramli (Ketua Bamus Betawi)

http://metro.kompasiana.com/2011/01/02/selamat-datang-jenderal/

6)      Djan Faridz (Anggota DPD-RI)

http://djanfaridz.com/news/2011/05/curriculum-vitae

7)      Aziz Syamsuddin (Anggota DPR-RI)

http://politik.vivanews.com/news/read/3144-m__aziz_syamsuddin__se___sh___maf___mh_

8)      Selamat Nurdin (Anggota DPRD DKI Jakarta)

http://dprd-dkiprov.go.id/profile_dewan/index.php?jns=1&bg=&id_anggotadewan=153

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta

http://d2n.web44.net/article/butterflyeffect.html

http://rickyhariady.wordpress.com/tag/edward-lorenz/

http://nasional.jurnas.com/halaman/3/2011-07-10/175835

http://monitorindonesia.com/?p=30096

http://dewanpers.or.id/kegiatan/berita/515-media-berperan-populerkan-capres


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: