Oleh: Shandy Dwi Fernandi | 24 Juli 2011

Sedekah Sebagai Solusi Terbaik dalam Berinvestasi

Saat ini kita telah mengetahui bahwa sangat banyak cara ataupun instrumen dalam berinvestasi, seperti dengan membeli saham suatu perusahaan yang ada di bursa efek, membeli surat utang (obligasi), deposito, dan berbagai macam cara lainnya yang dapat membuat harta kita bertambah di masa yang akan datang. Namun, adanya unsur spekulasi dalam berinvestasi maupun bunga sebagai suatu tambahan (riba), membuat kita harus berfikir berulang kali dalam berinvestasi pada instrumen-instrumen tersebut, karena Rasulullah menilai bahwa dosa yang terendah dari riba adalah berzina dengan ibu kandung kita sendiri.

Dalam hal ini, pemerintah maupun pihak swasta akhirnya menerbitkan beberapa instrumen dalam berinvestasi dengan basis syariah. Hal ini dapat kita lihat dengan banyak bermunculannya bank dengan sistem syariah pada operasionalnya, maupun dalam pembagian hasilnya sehingga terhapusnya sistem bunga (riba). Sama halnya dengan bank, saat ini telah hadir pula bursa saham yang berbasis syariah, seperti Jakarta Islamic Index (JII), dan obligasi dengan sistem bagi hasil yang diterbitkan oleh pemerintah. Namun, hal tersebut masih memiliki resiko yang cukup tinggi, karena masih ada unsur spekulasi dan pengaruh pasar yang cukup besar terhadap kinerja instrumen-instrumen tersebut. Jadi, investasi manakah yang paling aman dan menguntungkan bagi kita?

Mengingat permasalahan ini yang cukup kompleks, sehingga membuat kita melupakan suatu instrumen yang paling aman dan menguntungkan dalam berinvestasi, yaitu dengan cara bersedekah. Mengapa sedekah merupakan solusi yang terbaik dalam berinvestasi? Bukankah dengan bersedekah kita akan kehilangan sejumlah harta dan kita tidak mengetahui kapan harta itu akan kita dapatkan kembali di tangan kita? Dengan demikian, apa yang bisa kita harapkan dalam berinvestasi dengan cara bersedekah?

Sebelum menjawab beberapa pertanyaan di atas, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan sedekah itu sendiri. Sedekah menurut bahasa memiliki arti yang bermacam-macam, salah satunya adalah tambahan. Namun, tambahan disini memiliki makna yang berbeda dengan makna tambahan dari kata riba. Secara istilah sendiri, sedekah itu dapat diartikan memberikan sesuatu yang kita miliki baik harta, pikiran, maupun jiwa dengan hati yang ikhlas tanpa adanya niat apapun selain hanya mengharapkan ridho Allah.

Dalam bersedekah, hal yang terpenting adalah keikhlasan orang tersebut dalam memberikan sesuatu yang dimilikinya kepada orang lain dan tidak adanya unsur kesombongan dalam hati orang tersebut ketika bersedekah kepada orang lain, bukan berapa besar nilai yang diberikannya kepada orang lain. Sehingga kita dapat mengingat kembali sabda Rasulullah yang berbunyi, “Seseorang tidak akan masuk surga apabila di hatinya terdapat kesombongan walaupun sekecil dzarrah”, dan dalam Al-Quranul Karim “…dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan)” (QS. Al-Baqarah:272).

Perbedaan yang mendasar antara berinvestasi dengan cara bersedekah dengan berinvestasi dengan cara lain yaitu niat yang ada sebelum kita berinvestasi tersebut. Apabila kita berinvestasi dengan cara bersedekah, maka yang harus kita niatkan adalah mendapat ridho dan balasan hanya dari Allah semata, sedangkan dalam berinvestasi dengan cara selain sedekah, kita lebih memiliki kecenderungan untuk mendapatkan keuntungan semata. Walaupun saat ini sudah ada beberapa cara berinvestasi dengan cara syariah, namun dalam hati kecil kita pasti masih ada suatu niatan untuk mendapatkan keuntungan yang berasal selain dari Allah.

Sedekah merupakan cara berinvestasi yang terbaik karena kita akan mendapatkan keuntungan yang besarnya dua kali lipat, yaitu di dunia dan di akhirat. Keuntungan yang kita dapat di dunia memang tidak dapat kita pastikan. Namun, kedua keuntungan tersebut telah Allah janjikan dalam surat Al-Isra’ ayat 7 yang berarti, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, …”, dan sabda Rasulullah yang berbunyi, “Tidak ada satupun hari yang pada pagi harinya seorang hamba melaluinya kecuali pasti ada dua malaikat yang turun. Salah satunya mengatakan,” Ya Allah, berilah orang yang berinfak itu pengganti” Sedangkan yang satu lagi mengatakan, “Ya Allah, berilah orang yang bakhil itu kehancuran!” Dengan kedua dalil tersebut, maka kita harus dapat merubah pola pikir kita yang cenderung berinvestasi melalui cara-cara selain dari sedekah itu sendiri, karena mengingat salah satu landasan dalam ekonomi islam itu sendiri adalah tauhid yang berarti setiap perilaku ekonomi manusia harus didasari oleh prinsip-prinsip yang sesuai dengan ajaran Islam yang berasal dari Allah swt.

Pengaruh sedekah itu sendiri sebagai suatu cara investasi yang terbaik dalam makro ekonomi cukup besar. Permasalahan yang terbesar dalam makro ekonomi negara berkembang saat ini adalah dengan adanya sistem bunga (riba) yang dapat mematikan sektor riil dalam perekonomian itu sendiri dan secara tidak langsung membuat jarak antara si kaya dan si miskin semakin jauh. Dengan adanya bunga maka akan tercipta slogan yang berbunyi, “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”. Nah, dalam hal inilah peran sedekah sangat dibutuhkan. Apabila si kaya dapat menyedekahkan sebagian hartanya kepada si miskin untuk meringankan beban ekonominya atau bahkan untuk berwiraswasta, maka distribusi pendapatan dalam perekonomian tersebut dapat berjalan dengan baik dan dapat pula sedikit menghidupkan perekonomian di sektor riil. Selain itu, dapat pula mengurangi kesenjangan sosial yang mempengaruhi tingkat kriminalitas dalam negara itu sendiri, sehingga terciptalah keadilan sosial yang merupakan salah satu tiang dari perekonomian islam itu sendiri.

Setelah melihat sedikit uraian di atas, marilah kita jadikan sedekah sebagai cara investasi yang terbaik mengingat keuntungan yang kita dapat apabila kita dapat mengikhlaskan sebagian harta kita kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Selain itu, marilah kita kampanyekan slogan, “The Power of Giving” yang dicetuskan oleh Ustadz Yusuf Mansur demi terciptanya keadilan sosial dalam masyarakat kita.

 

.shandy.


Responses

  1. […] Sedekah Sebagai Solusi Terbaik dalam Berinvestasi […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: