Oleh: Shandy Dwi Fernandi | 22 Juli 2011

Syiar ZISWAF Ramadhan 1432 H

“…agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu…” (QS. Al-Hasyr: 7)

Salah satu musuh perekonomian saat ini adalah ketimpangan. Tidak heran jika dari total pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia yang akhir-akhir ini berkisar pada angka 6%, ternyata hanya didominasi oleh segelintir orang saja. Dalam sebuah diskusi penulis dengan salah satu anggota komisi keuangan DPR-RI, disebutkan bahwa dari pertumbuhan makro ekonomi Indonesia sebesar 6% tersebut ternyata 1% nya hanya disokong oleh salah seorang pengusaha di Indonesia. Artinya, besarnya pertumbuhan ekonomi tersebut hanya didominasi dan dinikmati oleh segelintir orang saja. Tidak heran jika slogan yang paling tepat saat ini adalah, “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.”

Dalam ekonomi Islam, Rasulullah Saw. dan para sahabat telah mengajarkan kita bagaimana pentingnya berbagi sesama manusia dalam bidang kesejahteraan ekonomi. Rasulullah Saw. pun pernah mengalami masa saat menjadi orang yang kaya raya, orang yang sederhana, hingga menjadi orang yang kekurangan dalam hal perekonomian. Namun, yang kita lihat bukan dari besar atau kecilnya nilai ekonomi yang kita dapatkan, tetapi bagaimana menyikapi besaran rejeki yang Allah Swt. berikan kepada kita.

Sirah Nabawiyah memberikan kita penjelasan yang lengkap bagaimana kehidupan ekonomi Rasul yang mulia. Saat sedang kelebihan harta, sikap terbaik Beliau adalah (1) Menjadi Teladan dalam Berinteraksi dengan harta, (2) Syukur Nikmat dengan saling berbagi kepada sesama, (3) Aktif dalam bisnis yang halal dan baik. Saat sedang dalam kondisi kesederhanaan/kecukupan harta, sikap terbaik Beliau adalah (1) Teladan dalam hidup yang normal dan (2) senantiasa Bersahaja. Sedangkan saat sedang dalam kondisi kekurangan harta, sikap terbaik beliau adalah (1) Teladan dalam menjaga kehormatan dan (2) Senantiasa bersabar dalam kondisi tersebut.

Dalam sebuah riwayat, terdapat sebuah kisah yang dapat kita perhatikan bersama bagaimana pentingnya pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah agar tepat sasaran. Pada suatu hari, ada seorang lelaki yang berniat untuk memberikan sebagian hartanya kepada yang membutuhkan, tetapi dia ingin membagikannya tanpa diketahui oleh orang lain, bahkan oleh dirinya sendiri, dengan harapan dirinya dapat menghindari sifat sombong (riya) yang sangat dibenci oleh Allah Swt., yaitu dengan memberikan hartanya tersebut pada malam hari (dimana banyak orang masih terlelap) dan diberikan kepada orang yang tidak dikenalnya.

Pada malam pertama, dia memberikan sebagian hartanya kepada seorang laki-laki, namun sangat disayangkan karena sebagian hartanya tersebut jatuh kepada seorang pencuri. Dia mengetahui hal tersebut manakala warga sekitar membicarakan apa yang telah dilakukannya. Banyak warga yang mengatakan bahwa seseorang telah memberikan sedekah kepada seorang pencuri tanpa diketahui siapakah sang dermawan tersebut. Kemudian sang dermawan tersebut berdoa kepada Allah, “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, sedekahku telah jatuh kepada seorang pencuri.” Kemudian sang dermawan tersebut berniat untuk bersedekah kembali pada hari berikutnya.

Pada malam kedua, dia memberikan sebagian hartanya kepada seorang wanita, dia berpikir bahwa tidak ada wanita yang bekerja sebagai seorang pencuri, namun hal tersebut kembali membuatnya terhenyak manakala dia mengetahui bahwa wanita tersebut adalah seorang pezina. Dia mengetahui hal tersebut ketika warga sekitar membicarakan seseorang yang telah bersedekah kepada seorang pezina tanpa diketahui siapa gerangan orang yang dermawan tersebut. Kemudian dia berdoa kembali, “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, sedekah saya telah sampai kepada seorang pezina.” Kemudian sang dermawan tersebut berniat untuk bersedekah kembali pada hari berikutnya.

Pada malam ketiga, dia memberikan sebagian hartanya tersebut kepada seorang laki-laki kembali, namun kembali sangat disayangkan karena ternyata sedekah yang diberikannya jatuh kepada seseorang yang sudah mampu (kaya). Dia pun mengetahui hal tersebut ketika masyarakat membicarakan apa yang telah dilakukannya. Kemudian dia berdoa kembali, “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, sedekah saya telah sampai kepada orang kaya (mampu).”

Pada malam berikutnya, dia bermimpi bahwa sedekahnya telah diterima oleh Allah Swt. Dalam mimpinya tersebut dia dapat mengetahui bahwa sedekahnya kepada seorang pencuri dan seorang pezina dapat membuat mereka tobat dan berhenti dari perbuatan dosanya. Sedangkan sedekahnya kepada orang kaya dapat menyadarkan orang kaya tersebut kalau ternyata masih ada orang lain yang kekayaannya tidak sebanyak dirinya mampu untuk berbagi kepada orang lain. Sehingga hal tersebut mendorong dirinya untuk bersedekah kepada orang lain.

Hikmah terbesar yang dapat kita ambil adalah, ketika bersedekah, usahakanlah apa yang kita berikan tersebut hanya untuk Allah Swt. semata. Keikhlasan menjadi point utama dalam bersedekah, sehingga kita tidak tahu balasan seperti apa yang kelak akan kita terima dari-Nya. Namun, dalam perkembangan zaman seperti sekarang ini, kita harus berupaya agar kelebihan harta yang kita miliki benar-benar dapat tepat sasaran kepada yang membutuhkan dengan berbagai macam pendekatan yang lebih mendidik dan produktif.

Alhamdulillah, di Indonesia sudah berkembang budaya untuk saling membantu sesama kita. Secara umum, pemerintah sudah mendukung dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat. Secara khusus, di sekitar kita sudah banyak Lembaga Amil Zakat yang dapat membantu kita untuk menyalurkan dana Zakat, Infak, Sedekah, ataupun Wakaf agar dapat tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan. Sehingga kita berharap Niat Ikhlas kita dalam membantu saudara kita yang membutuhkan dapat diterima oleh Allah Swt. dan dana yang kita berikan pun tidak salah sasaran. Terlebih pada bulan Ramadhan ini dimana setiap amalan sunnah kita akan dinaikkan derajat pahalanya menjadi wajib dan yang wajib dilipatgandakan menjadi 70x lipat.

Bagi teman-teman yang ingin menyalurkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah selama Ramadhan 1432 H kali ini, dapat menghubungi saya (SMS atau Telp) ke nomor 081 325 463 186. Insya Allah nanti akan saya jelaskan keuntungan dan kemudahan dalam memenuhi hak saudara kita yang Allah Swt. titipkan kepada kita.

 

Best Regard

.shandy.

 

 

** Beberapa Lembaga Amil Zakat yang dapat membantu kita dalam menyalurkan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf, antara lain:

(1) Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU)

(2) Rumah Zakat

(3) Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhid (DPU-DT)

(4) Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Al-Ihsan (Lazis Jateng)

(5) Dan sebagainya

 


Responses

  1. […] Syiar ZISWAF Ramadhan 1432 H […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: